Minggu, 20 November 2016

Alat dan Bahan yang Ada di Laboratorium beserta kegunaannya

Alat dan Bahan yang Ada di Laboratorium beserta kegunaannya

1. Gelas Piala


Ø  Kegunaan : Sebagai tempat untuk menyimpan dan meletakkan laruta. Gelas piala
                    Memiliki takaran namun jarang bahkan tidak diperbolehkan untuk mengukur
                    volume suatu zat cair.

2. Erlenmeyer

      
Ø  Kegunaan : Sebagai wadah untuk mereaksikan suatu zat kimia dalam skala yang cukup
                    besar dan sebagai wadah dalam proses titrasi.

 3. Labu Ukur

     
Ø  Kegunaan : Untuk membuat, menyimpan, dan mengencerkan larutan dengan ketelitian
                    yang tinggi.

4. Petridish
      

Ø  Kegunaan : Untuk membiakkan sel atau mikroba.

5. Gelas Ukur
    

Ø  Kegunaan : Untuk mengukur volume larutan
.
6. Kaca Arloji
     

Ø  Kegunaan : Sebagai wadah untuk menimbang bahan – bahan kimia yang berupa
                    padat, serbuk, serta kristal.

7. Tabung reaksi
      

Ø  Kegunaan : Sebagai wadah satu atau dua jenis zat.

8. Cawan Penguap
        

Ø  Kegunaan : Sebagai wadah untuk mengeringkan suatu zat.

9. Mortal
       

Ø  Kegunaan : Untuk menghaluskan zat yang masing bersifat  padat/kristal.

10. Pipet Tetes
       

Ø  Kegunaan : Untuk meneteskan atau mengambil larutan dengan jumlah kecil dari suatu  .
                    tempat ke tempat lain.

11. Pipet Volume
                

Ø  Kegunaan : Untuk menentukan volume larutan.

12. Pipet Gondok
      

Ø  Kegunaan : Untuk mengukur volume larutan.

13. Batang Pengaduk
      

Ø  Kegunaan : Untuk mengocok atau mengaduk suatu larutan.

14. Sudip
      

Ø  Kegunaan : Untuk mengambil bahan-bahan kimia dalam  berupa padat atau bubuk.

15. Corong Pisah
      

Ø  Kegunaan : Untuk memisahkan larutan yang disebabakan oleh massa jenisnya yang
                    berbeda.

16. Desikator
      

Ø  Kegunaan : Untuk menyimpan bahan-bahan yang harus bebas air dan mengeringkan zat-
                    zat dalam laboratorium.

17. Buret     
         

Ø  Kegunaan : Untuk titrasi, tapi pada keadaan tertentu dapat pula digunakan untuk
                    mengukur volume suatu latutan.

18. Corong
        

Ø  Kegunaan : Untuk memasukan atau memindah larutan dari satu tempat ke tempat lain.

19. Rak Tabung Reaksi
        

Ø  Kegunaan : Sebagai tempat tabung reaksi.

20. Penjepit Tabung Reaksi
      

Ø  Kegunaan : Untuk menjepit tabung reaksi.

21. Statif dan Klem
      

Ø  Kegunaan : Sebagai penjepit soklet pada proses ekstraksi dan sebagai penjepit buret
                    dalam proses titrasi sekaligus untuk menjepit kondesor pada proses destilasi.

22. Sikat Tabung Reaksi
      

Ø  Kegunaan : Untuk menyikat tabung reaksi.

23. Segitiga      
      

Ø  Kegunaan : Untuk menahan wadah, misalnya krush pada saat  pemanasan atau corong
                    pada waktu penyaringan.

24. Bola Hisap
      

Ø  Kegunaan : Untuk menghisap larutan yang akan dari botol larutan.

25. Lampu Spiritus
  
    
Ø  Kegunaan : Untuk membakar zat atau memanaskan larutan.

26. Bunsen
      

Ø  Kegunaan : Untuk memanaskan larutan dan dapat pula digunakan untuk sterilisasi dalam
                  . proses suatu proses.

27. Kaki Tiga
      

Ø  Kegunaan : Sebagai penyangga pembakar spirtus.

28. Botol Semprot
      

Ø  Kegunaan : Untuk menyimpan aquades dan digunakan untuk mencuci ataupun membilas
                    bahan – bahan yang tidak larut dalam air.

29. Kawat Kasa
   
   
Ø  Kegunaan : Sebagai alas atau untuk menahan labu atau beaker pada waktu pemanasan
                    menggunakan pemanas spiritus atau pemanas Bunsen.

30. Oven
      

Ø  Kegunaan : Untuk mengeringkan alat-alat sebelum digunakan dan digunakan untuk
                    mengeringkan bahan yang dalam keadaan basah.

31. Timbangan Analitis
      

Ø  Kegunaan : Untuk menimbang zat-zat yang akan ditimbang dengan skala yang
                    kecil.



Jumat, 18 November 2016

Cerita pendek tema persahabatan

Kemanakah Engkau Sahabatku?
           
Namaku Iza, aku kelas tiga sekolah menengah pertama. Di sekolah aku mempunyai banyak teman, namun ketika di rumah aku merasa sama sekali tidak mempunyai teman. Hal itu disebabkan karena semua teman – teman yang tinggal disekitar rumahku sudah melanjutkan ke sekolah yang berbeda – beda dan mereka sudah mempunyai teman baru.
            Sampai pada waktu itu tepatnya pada hari Sabtu sore, aku bermain bersama salah satu temanku yang bernama Lia. Lia merupakan teman yang seangkatan denganku tetapi kita bersekolah ditempat yang berbeda.
            “Li besok hari Minggu kan?” aku mengawali pembicaraan.
            “Iya, memangnya kenapa Za?” Lia menjawab pertanyaanku.
            “Besok kita main yo?”  ajakku kepada Lia.
            “Ayo, kita mau main kemana?”
            “Aku belum tahu Li, kalau menurutmu enaknya kemana ya?” aku bertanya.
            “Aku juga belum tahu.” Jawab Lia.
“Ya sudah kalau begitu besok aku akan kerumahmu jam 10 pagi, tetapi setelah aku membantu pekerjaan orang tuaku terlebih dahulu.” aku memberikan kepastian.
Karena hari sudah semakin gelap kami berdua memutuskan untuk pulang kerumah masing–masing. Hatiku senang sekali karena besok aku dan Lia akan bermain bersama. Setelah sampai dirumah aku langsung bersiap – siap untuk melaksanakan sholat maghrib berjamaah bersama keluargaku. Sambil menunggu waktu sholat isya aku belajar mengaji bersama ayahku. Sampai akhirnya adzan berkumandang, hal itu menandakan sudah masuknya waktu sholat isya. Akhirnya aku dan keluargaku melaksanakan sholat isya berjamaah. Setelah melaksanakan sholat isya aku dan keluargaku makan malam bersama. Setelah itu aku tidur karena sudah capek setelah melakukan kegiatan di siang harinya.
Mentari pagi mulai menampakkan semburat sinarnya di balik awan, menyebarkan kehangatan yang mengajakku bersemangat pagi ini. Ini adalah hari Minggu, hari untuk beristirahat setelah 6 hari lamanya melakukan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Pagi itu aku teringat dengan janjiku dan Lia untuk bermain bersama. Setelah aku bangun, aku langsung mandi dan membantu pekerjaan ibuku untuk memasak, mencuci piring, menyetrika baju seragamku, menyapu dan mengepel rumah.
Jam dinding sudah menunjukan pukul 10.00, aku segera berpamitan kepada kedua orang tuaku untuk bermain. Aku bergegas menuju kerumah Lia. Sesampainya aku dirumah Lia…
“Assalamu’alaikum”
“Wa’alaikumsalam, ada apa Za?” ibu Lia keluar menemuiku.
“Lianya ada bu?”
“Oh kamu mencari Lia. Tadi Lia barusaja pergi bersama teman – teman satu sekolahnya.”
Setelah mendengar perkataan Ibu Lia aku merasa kecewa. Bagaimana mungkin sahabatku sendiri sudah mengingkari janjinya untuk bermain bersamaku. Apakah Lia sudah melupakanku?, sampai – sampai ia tega melakukan itu. Kemanakah engkau sahabatku?. Kemanakah Lia yang dulu? Lia yang selalu bersamaku sejak kecil, Lia yang selalu bermain bersamaku. Aku berkata dalam hati sambil melamun. Sampai akhirnya suara Ibu Lia membuyarkan lamunanku.
“Za!.”
“Eh iya bu!” aku terbangun dari lamunanku.
“Kenapa kamu melamun? Lagi ada masalah ya?”  Ibu Lia bertanya kepadaku.
“Tidak kok bu.”
“Ya sudah kamu masuk dulu yuk!”
“Tidak usah bu, aku mau langsung pulang saja. Wassalamu’alaikum”
“Wa’alaikumsalam”
Aku pulang kerumah dengan perasaan kecewa, sangat kecewa. Dirumah aku menangis, aku teringat dengan pengalamanku dulu sewaktu bermain dan bercanda bersama Lia. Dulu Lia tidak seperti ini, dulu ia sangat baik kepadaku.
Satu jam sudah aku menangis karena Lia. Ketika aku sedang menangis, aku mendengar suara ketukan pintu. Ketika ku buka pintu, ternyata yang datang adalah Lia. Aku kaget sekaligus tidak percaya yang datang itu Lia.
“Hay Li, kamu darimana?” aku langsung berlari memeluknya.
“Iya Za, aku habis mengerjakan tugas kelompok bersama teman – teman satu sekolahku.   Kata ibu, kamu tadi kerumahku ya?”
“Iya, aku tadi kerumah mencarimu. Aku pikir kamu sudah mengingkari janji kita untuk bermain bersama dan melupakanku.”
“Mana mungkin aku mengingkari janji kita. Aku juga tidak akan melupakanmu Za.” Jelas Lia.
“Iya Li, maafkan aku sudah berprasangka buruk kepadamu.”
“Iya Za, aku juga minta maaf kemarin aku tidak bilang kepadamu kalau aku akan mengerjakan tugas kelompok.”
Kita berdua saling memaafkan. Dan janji yang kemarin kita buat sekarang akan terwujud. Aku dan Lia pergi bermain bersama.
Memang sahabat itu merupakan segalanya.

Dan tanpa sahabat kita akan merasa kesepian.

Kamis, 10 November 2016

Alat Optik berserta nama bagian, fungsi, dan cara kerjanya

Alat Optik

No
Jenis alat optik
Gambar dan nama bagian - bagian
Fungsi setiap bagian dan fungsi secara umum
Cara keja alat optik
1.
Mata
- Kornea :
Berfungsi menerima cahaya dan meneruskan cahaya serta melindungi lensa mata dari bulu-bulu mata.
- Pupil :
Berfungsi mengatur intensitas cahaya yang masuk ke lensa.   
- Iris :
Berfungsi memberi warna pada mata.
- Lensa :
Berfungsi mengatur pembiasan cahaya.
- Retina :
Berfungsi sebagai tempat terbentuknya bayangan.       
Sumber cahaya diterima oleh kornea, dari kornea cahaya diteruskan ke pupil, pupil melebar jika kondisi ruangan gelap dan akan menyempit jika kondisi ruangan terang, lebar pupil dipengaruhi oleh iris. Lensa mata menerima cahaya dari pupil dan meneruskanya ke retina. Setelah dari retina, cahaya diteruskan ke saraf otak. Saraf otak adalah saraf yang memasuki sel tali dan kerucut dalam retina, untuk menuju ke otak. Kemudian, terjadilah kesan melihat.
No
Jenis alat optik
Gambar dan nama bagian – bagian
Fungsi setiap bagian dan fungsi secara umum
Cara kerja alat optik



- Aqueous humor :
Berfungsi membiaskan cahaya yang masuk ke dalam mata.
- Vetreous humor :
Berfungsi sebagai pembentuk bola mata. 
- Otot siliar :     
Berfungsi untuk memfokuskan lensa.
- Fungsi mata secara umum:
Berfungsi untuk menikmati keindahan alam, melihat teman - teman, mengamati benda - benda di sekeliling.











No
Jenis alat optik
Gambar dan nama bagian – bagian
Fungsi setiap bagian dan fungsi secara umum
Cara kerja alat optik
2.
Kamera
- Lensa cembung :
Berfungsi untuk membentuk bayangan.
- Film :
Berfungsi sebagai tempat terbentuknya bayangan.
- Cincin pemfokus : 
Berfungsi untuk mengatur jarak lensa sesuai dengan jarak benda yang difoto agar terbentuk bayangan jelas seperti pada film.
- Diafragma :
Berfungsi mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk.
- Fungsi kamera secara umum :
Berfungsi untuk  mengabadikan
kejadian - kejadian yang kita anggap penting dan menarik.
Cara kerja kamera :
Ketika tombol kamera ditekan, shutter di belakang lensa akan membuka dan menutup dengan cepat. Cahaya ini diterima oleh pelat film dan terjadilah proses kimia sehingga dapat diproses menjadi foto.






No
Jenis alat optik
Gambar dan nama bagian – bagian
Fungsi setiap bagian dan fungsi secara umum
Cara kerja alat optik
3.
Mikroskop
- Lensa okuler :
Berfungsi untuk memperbesar kembali bayangan dari lensa objektif.
- Lensa objektif :
Lensa yang dekat dengan objek.
- Kondensor :
Berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang di pantulkan oleh cermin dan memusatkannya ke objek.
- Diafragma :
Berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk dan mengenai preparat.
- Cermin :
Berfungsi untuk menerima dan mengarahkan cahaya yang di terima.
- Revolver :
Berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa objektif.
- Tabung mikroskop :
Berfungsi untuk menghubungkan lensa objektif dan lensa okuler.

Cara kerja mikroskop :
Obyek atau benda yang diamati harus diletakkan di meja benda, sehingga lensa obyektif membentuk bayangan nyata, terbalik dan diperbesar. Bayangan yang dibentuk lensa obyektif merupakan benda bagi lensa okuler. Lensa okuler berperan seperti lup yang dapat diatur/digeser-geser sehingga mata dapat mengamati dengan cara berakomodasi atau tidak berakomodasi.


No.
Jenis alat optik
Gambar dan nama bagian – bagian
Fungsi setiap bagian dan fungsi secara umum
Cara kerja alat optik



- Lengan mikroskop :
Berfungsi sebagai tempat pengamat memegang mikroskop.
- Meja benda : 
Berfungsi untuk menempatkan objek yang akan diamati.
- Makrometer (pemutar kasar) :
Berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan tabung secara cepat.
- Mikrometer (pemutar halus) :
Berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan tabung secara lambat.
- Fungsi mikroskop secara umum :
Berfungsi untuk mengamati objek dengan ukuran sangat kecil yang tidak mampu dilihat dengan mata telanjang.





No
Jenis alat optik
Gambar dan nama bagian – bagian
Fungsi setiap bagian dan fungsi secara umum
Cara kerja alat optik
4.
Lup (kaca pembesar)
- Lensa cembung :
Berfungsi memperbesar benda berukuran kecil sehingga tampak besar.
- Kepala / bingkai :
Berfungsi sebagai bingkai dari lensa cembung pada lup.
- Skrup pengendali :
Berfungsi menghubungkan antara tangkai lup dengan kepala lup.
- Tangkai lup :
Berfungsi untuk memegang lup pada proses penggunaannya.
- Fungsi lup secara umum :
Berfungsi untuk melihat benda – benda kecil agar nampak lebih besar dan jelas.
Cara kerja lup :
Sebuah kaca pembesar dipegang diatas sebuah benda pada jarak yang lebih pendek dari pada jarak fokus, benda itu tampak tegak dan diperbesar. Dan disebut bayangan maya. Pada jarak yang sama atau lebih panjang dari pada jarak fokus, lensa akan menghasilkan suatu bayangan terbalik, dan disebut bayangan nyata. Dalam penggunaan lup seseorang harus menempatkan benda diantara lensa dan fokus lensa sehingga akan dihasilkan bayangan yang diperbesar dan maya.







No
Jenis alat optik
Gambar dan nama bagian – bagian
Fungsi setiap bagian dan fungsi secara umum
Cara kerja alat optik
5.
Teleskop
- Lensa obyektif :
Berfungsi menangkap cahaya sebanyak mungkin dari objek.
- Lensa okuler :
Berfungsi mensejajarkan cahaya obyek yang sudah difokuskan.
- Lensa pembidik :
Berfungsi untuk membidik bayangan yang dibentuk oleh lensa objektif tanpa memperbesarnya.
- Kaki tiga :
Berfungsi sebagai kaki untuk berpijaknya teleskop diatas suatu permukaan.
- Fungsi teleskop secara umum :
Berfungsi untuk mengamati benda - benda yang jauh terutama benda yang berada di langit seperti bulan dan bintang.
Cara kerja teleskop :
Sinar datang sejajar ke lensa obyektif, lantas oleh lensa okuler diatur dengan memaju-mundurkan lensa okuler agar bayangan jatuh tepat di titik api lensa okuler. 





No
Jenis alat optik
Gambar dan nama bagian – bagian
Fungsi setiap bagian dan fungsi secara umum
Cara kerja alat optik
6.

OHP (Overhead projector)


- Lensa objektif :
Berfungsi untuk mengarahkan sinar ke arah layar.
- Kondensor :
Berfungsi untuk memusatkan cahaya yang memancar dari lampu ke arah kepala proyeksi.
- Cermin datar :
Berfungsi  untuk memantulkan cahaya.
- Cermin cekung :
Berfungsi mengumpulkan cahaya agar daya pancar sinar proyektor lebih kuat.
- Lampu proyeksi :
Berfungsi mengumpulkan cahaya.
- Fungsi OHP secara umum :
Berfungsi memproyeksikan benda tembus cahaya.
Cara kerja OHP :
Objek yang akan ditampilkan di layar ditulis / digambar di atas media transparan. Cahaya dari lampu melewati potongan plastik yang jernih, yang merupakan sebuah lensa fresnel- lensa konvergen yang bersifat mengumpulkan berkas cahaya. Di atas lensa fresnel, diletakkan objek. Sinar dari lensa fresnel diarahkan ke lensa proyeksi. Setelah meninggalkan lensa proyeksi, sebuah cermin datar dalam posisi miring memantulkan dan membalikkan bayangan sehingga terbentuk bayangan tegak pada layar. Jarak antara lensa proyeksi dan objek dapat diatur agar menghasilkan bayangan tajam di layar.



No.
Jenis alat optik
Gambar dan nama bagian – bagian
Fungsi setiap bagian dan fungsi secara umum
Cara kerja alat optik
7.
Periskop
- Lensa objektif :
Berfungsi memperbesar bayangan benda.
- Lensa okuler :
Berfungsi memperbesar bayangan dari lensa objektif.
- Prisma :
Berfungsi sebagai reflektor.
- Cermin :
Berfungsi memantulkan cahaya.
- Fungsi periskop secara umum:
Berfungsi untuk melihat keadaan sekitar di luar kapal selam.
 
Cara kerja periskop :
Sinar sejajar dari benda yang jauh menuju ke lensa obyektif. Prisma1 memantulkan sinar dari lensa objektif menuju ke prisma2. Oleh prisma2 sinar tersebut dipantulkan lagi dan bersilangan di depan lensa okuler tepat di titik fokus lensa okuler. 










Kelainan / Gangguan Pada Mata

Sarat mata dapat melihat benda :
1. Cahaya yang dipancarkan oleh benda yang menjadi obyek penglihatan manusia itu harus dapat memasuki bolamata.
2. Sistem optis bolamata harus cukup kejernihannya dan mampu memfokuskan cahaya tepat pada retina.
3. Sel - sel conus (Reseptor) retina harus mampu mengubah rangsangan cahaya menjadi impul syaraf dan meneruskanya ke otak untuk                              
    diolah menjadi sensasi penglihatan. Karena pada hakekatnya penglihatan itu terjadi bukan di bolamata, melainkan diotak.

Jenis kelainan mata
Gejala / tanda adanya kelainan
Letak terbentuknya bayangan
Jenis lensa yang dapat menolong
Rabun jauh (Miopi)
·      Pandangan kabur saat melihat objek yang jauh sehingga sering menyipitkan mata, misalnya kesulitan melihat huruf di papan tulis.
·      Sakit kepala karena mata bekerja secara berlebihan.
·      Frekuensi mengedipkan mata yang berlebihan
·      Sering menggosok mata.
·      Terlihat tidak menyadari keberadaan objek yang jauh

Bayangan jatuh tepat di depan retina.


Lensa cekung (-).

Jenis kelainan mata
Gejala / tanda adanya kelainan
Letak terbentuknya bayangan
Jenis lensa yang dapat menolong
Rabun dekat (Hypermetropi)
·      Sakit kepala.
·      Harus mengerlingkan mata untuk melihat dengan jelas.
·      Mata berair atau berwarna kemerahan.
·      Kesulitan untuk membaca.
·      Mata terasa lelah usai fokus melihat objek dekat, seperti menggunakan komputer atau membaca.
·      Objek jauh terlihat jelas, tapi objek dekat tampak tidak fokus dan buram.
Bayangan jatuh di belakang retina.





Lensa cembung (+).

















Jenis kelainan mata
Gejala / tanda adanya kelainan
Letak terbentuknya bayangan
Jenis lensa yang dapat menolong
Mata tua (Presbiopi)
·      Kelelahan mata atau sakit kepala setelah membaca atau melakukan berbagai pekerjaan dengan jarak yang dekat.
·      Mengalami kesulitan membaca tulisan kecil.
·      Membutuhkan pencahayaan terang ketika membaca atau melakukan pekerjaan.
·      Mata menjadi merah, berair, dan sering terasa perih.
·      Sulit membedakan warna.
Bayangan benda tidak jatuh pada retina baik itu benda dekat maupun benda jauh.

Lensa rangkap (bifokal).















Jenis kelainan mata
Gejala / tanda adanya kelainan
Letak terbentuknya bayangan
Jenis lensa yang dapat menolong
Astigmatisme
·      Penglihatan buram atau berbayang.
·      Kelelahan pada mata.
·      Silau yang berlebih ketika mengendarai kendaraan pada malam hari.
·      Sakit kepala pada saat fokus melihat suatu benda.
·      Ketidakmampuan untuk melihat dengan baik dekat dan jauh tanpa menyipitkan mata.
·      Kesulitan untuk fokus pada kata-kata tercetak dan garis.
·      Ketegangan mata, mata lelah, atau bahkan sakit kepala.
 Bayangan tidak terbentuk pada retina.
Lensa silinder.